Langsung ke konten utama

Disonansi Agama, Kebudayaan dan Moral Sosial

Tanya Jawab Hukum Bersiwak Dalam Islam


Tanya Jawab Hukum Bersiwak Dalam Islam



Halo sahabat semoga sahabat semua mendapatkan kebahagian, ketenangan, kesuksesan serta terlindungi dari segala macam musibah dan wabab.



Bersiwak itu sunnah dalam segala keadaan. Bersiwak bagi orang yang berpuasa fardlu atau sunnah tidak sampai terkena hukum makruh tanzih. kecuali bersiwak setelah tergelincirnya matahari



Menurut Imam Nawawi memilih pendapat yang mengatakan bersiwak bagi yang berpuasa tidak makruh secara mutlak.



Tata cara bersiwak yakni niat bersiwak dan mengikuti sunnah nabi, menggunakan tangan kanan, mulai bersiwak dari mulut sebelah kanan lalu ke arah kiri, karena Nabi suka arah kanan.



Niat Bersiwak




نَوَيتُ اْلاِسْتِيَاكَ سُنَةً للّهِ تَعَالی


Latin : " Nawaitul Al-istiyaku Sunnatan Lillahi Ta'ala"


Artinya " Aku niat bersiwak karena Allah Swt".





Tanya Jawab Hukum Bersiwak Dalam Islam 





1- Ketika seseorang berkumur menggunakan LISTERIN mulut terasa segar dan bau bisa hilang, Apakah berkumur menggunakan ISTERIN mencukupi untuk bersiwak ?





Jawab} Tidak mencukupi, karena hal tersebut belum bisa di kategorikan bersiwak meskipun mulut terasa lebih segar dan bersih.





Refrensi Kitab Hasyiyah Jamal 188





2- Bagaimana cara menggunakan siwak sesuai anjuran syariat ?





Jawab} Kayu siwak di pegang menggunakan tangan kanan, ibu jari dan jari kelingking di letakkan di bawah kayu siwak, sedangkan 3 jari yang lain berada di atas kayu siwak, Nah sebelum melakukan siwak harus berdoa terlebih dahulu.





Doa Ketika Bersiwak





 اللّهمَّ بَيّضْ بِهِ اَسْنَانِي وَشُدَّبِهِ لِثَاني وثَبِت بِهِ لِيهَاءِي وَبَرِك لِی فيهِ  الرّحَمَ الرَّحمينَ.




Kemudian ketika bersiwak di gerakkan pelan-pelan pada ranggo mulut sebelah kanan, di mulai gigi atas bagian luar dan dalam. kemudian gigi bawah.



Kemudian arahkan kayu siwak ke arah mulut sebelah kiri dengan cara yang sama. kemudian gerakkan pelan-pelan ke atas langit dan beberapa gigi yang belum tersentuh kayu siwak.



Refrensi Kitab Hasyiyah I'anatut Tholibin juz 1 Halaman 57 dan Tuhfatul Habib juz 1 Hal 123.



Baca Juga:


3- Apakah bersiwak tidak sesuai dengan teknis yang di sunnahkan tetap mendapatkan kesunnahan dalam bersiwak ?



Jawab} Masih mendapatkan kesunnahan, akan tetapi hukumnya makruh.



Refrensi Kitab Hasyiyah Jamal Juz 1 Halaman 157



Demikianlah sekilas tentang Tanya Jawab Hukum Bersiwak Dalam Islam semoga mendapatkan manfaat. aminn








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membaca Polemik Kuota Haji, Dari Analisa sampai Prasangka-Prasangka

Ilustrasi Polemik Kuota Haji Iswaya.my.id -  Setiap kasus yang melibatkan pejabat publik hampir selalu melahirkan dua hal yang saling beriringan; proses hukum dan riuh tafsir. Apalagi ketika pejabat publik itu terafiliasi partai, ormas atau tokoh tertentu. Di samping proses hukum yang kadang saling Tarik ulur, juga riuhnya prasangka yang begitu bebas bertebaran di berbagai sosial media. Ada yang tumbak cucukan, tukang kompor, ada juga yang menjadi kontrol. Tentu yang pertama berjalan di ruang institusi, dengan ritme dan logikanya sendiri. Kedua hidup di ruang publik, bergerak cepat, emosional, dan sering kali bercampur antara data, opini, dan sikap politik. Kasus yang menyeret nama Yaqut Cholil Qoumas berada tepat di persimpangan itu. Kita tidak bisa bermain interpretasi melulu, karena polanya adalah kebijakan publik, terkait pelayanan. Anda beli soto di warung A dengan pelayanan yang acak kadut, walaupun rasanya enak, akan berpikir dua kali untuk datang lagi, berbeda dengan warun...

Pesantren, Alam dan Ingatan yang Pelan-pelan Kita Rawat

Di kaki bukit Buduk Asu Singosari, pagi, embun, dan riang kicau burung tidak turun begitu saja. Ia meluncur perlahan, seperti seorang santri yang sedang khusyuk menjalani tirakat dalam jalan sunyinya. Angin menyelinap di antara reranting pohon pinus, kopi arabika dan berbagai pohon yang menjulan menopang langit. Ia membawa aroma pinus yang bercampur dengan kesunyian khas pegunungan; kesunyian yang diam-diam mengajari kita tentang ketenangan dan keteguhan.  Pada 22–23 November 2025 kemarin, di tempat yang seolah menjadi halaman depan hutan, berbagai wajah hadir, duduk bersila sambil mewadahi rintik hujan yang begitu riang menari, menimpa kehangatan yang terjalin di antara para kyai, para gus dan ning, para penggerak lingkungan, perangkat dan pengawas desa, aktivis kampus, hingga komunitas ke komunitas yang berjalan dengan langkah mereka sendiri; komunitas Pancasuman, Mukti Laku, Santri Harian Lepas dengan keplaurannya (meminjam istilah mas Dian si penggerak itu), serta para pemerhat...

5 Doa Minta Jodoh Yang Terbaik Sesuai Sunnah

Doa Minta Jodoh.  Doa merupakan salah satu bentuk ketidak mampuan seorang hamba untuk melakukan sebuah perkara, tanpa adanya kuasa dan bantuan dari Allah Swt. Rasulullah mengajarkan kepada umatnya untuk  berdoa meminta jodoh  agar diberikan jodoh oleh Allah. Ada beberapa doa meminta jodoh yang ada dalam al-Qur’an al-Karim, diantaranya adalah surah al-Furqan ayat 74  : Artinya : Waha Tuhan kami,anugerahkanlah pada kami pasangan dan keturunan dari kalangan kami sebagai penenang hati. Juga dalam surah al-Qashas ayat 24 : رَبِّ إِنِّيْ لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرِ فَقِيْرٌ “ Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.” Doa Minta Jodoh Sebelum Tidur merupakan salah satu cara agar kita selalu istiqomah  dalam memanjatkan doa kepada Allah. Karena tidur merupakan salh satu kegiatan yang rutin kita lakukan setiap hari, ,jadi otomatis kita akan setiap hari juga memanjatkan doa tersebut sebelum tidur. Baca Juga:...