Langsung ke konten utama

Disonansi Agama, Kebudayaan dan Moral Sosial

Penjelasan Lengkap Seputar Tayammum. Syarat, Rukun, Sunnah, Batal

Tayammum Menurut bahasa adalah menyengaja, sedangkan menurut istilah mengusap debu yang suci ke wajah dan kedua tangan di sertai dengan niat, tayammum ini di lakukan sebagai ganti dari wudlu' atau mandi besar.



Tayammum merupakan salah satu alat untuk bersuci yang di khususkan kepada umat Nabi Muhammad Saw, sedangkan umat terdahulu belum di perbolehkannya melakukan tayammum, Umat Nabi Muhammad Saw di wajibkannya tayammum pada tahun Hijriyah, ada riwayat lain mengatakan 6 Hijriyah, Di dalam kitab Bajuri juz 1 halaman 87 para ulama berbeda pendapat mengenai tayammum sebagai keringanan atau pokok mutlak.



Syarat Tayammum ada 5 di antaranya:



1. Ada halangan, baik karena sebab bepergian "bukan perjalana dalam rangka maksiat" atau sakit yang bisa membahayakan jika bersentuhan dengan air.



2. Saat bertayammum harus sudah masuk waktu sholat, oleh karena itu tidak bisa mengesahkan, jika tayammum sebelum masuk waktu sholat.



3. Mencari air terlebih dahulu sesudah masuk waktu sholat, baik mencari sendiri atau di lakukan oleh orang lain.



Mencari air ini hanya di berlakukan bagi mereka yang berada di suatu tempat dan tempat itu di mungkinkan ada air, tidak perlu mencari air jika sudah jelas keberadaan air tidak ada, semisal di padang sahara atau gunung.




Penjelasan Lengkap Tentang Tayammum



Empat situasi dan kondisi yang bisa di alami bagi orang yang tayammumnya karena tidak adanya air atau dalam kategori tidak menemukannya, yaitu:



Menyakini betul bahwa di daerahnya tinggal tidak ada air, maka tidak perlu mencari, memungkinkan adanya air, disituasi dan kondisi seperti ini wajib mencari air setelah masuknya waktu sholat melalui 4 tahap:



Baca Juga: Tanya Jawab Seputar Tayammum



Meneliti kembali di daerah yang ia tempati, di kuatirkan air sudah ada.  bertanya kepada orang lain mengenai keberadaan air, kalau semisal ada air cuman ketika ia mendatangi air tersebut sudah di pastikan waktu sholat sudah habis, maka ia tidak perlu untuk mendatangi air tersebut "Langsung Betayammum".



4. Berhalangan menggunakan air misalnya karena ada kekawatiran jika menggunakan air bisa membahayakan dirinya, seperti penyakit yang di derita tanpa parah, atau bisa menyebabkan kematian.



5. Syarat yang kelima ini menggunakan debu yang suci dalam artian harus debu yang suci serta tidak basah dan juga bersih dari debu hasil ghosob atau  mencuri. Pada status debu ini  harus benar-benar debu, bukan debu yang bercampur dengan kapur atau tepung.



Jika Debu yang sudah di gunakan untuk bersuci"Musta'mal" maka tidak di perbolehkan lagi di gunakan.



4 Fardlu-Fardlunya Tayammum 



1- Niat. menurut sebagian penjelasan dari kitab lain, ialah niat fardlu, Nah jika seseorang tayammum berniat melakukan ibadah sunnah dan ibadah wajib, maka keduanya boleh di lakukan, atau hanya ibadah wajib saja atau sunnah saja.



Wajib hukumnya niat tayammum itu di lakukan secara bebarengan bersama sama dengan melakukan pemindahan debu ke bagian wajah dan kedua tangan.



2- Dan ke 3- Mengusap debu ke wajah dan kedua tangan sampai kesiku-siku, seandainya ada seseorang yang tayammum lalu meletakkan tangannya di atas debu, lalu melekatkan sebagain debu tersebut ke tangannya, tanpa melalui dorbun (Pukulan ringan), maka dalam hal ini tayammumnya sah.



4. Mengurutkan anggota tayammum, yakni wajah lalu ke bagian tangan, tidk boleh di balik, oleh karena itu tidak mengesahkan jika tayammum meninggalkan tartib "mengurutkan".



Sunnah Tayammum Ada 3 Perkara:



1- Membaca basmalah

2- Mendahulukan anggota tayammum sebelah kanan, sebelah lalu kiri

3- Muwalah (Susul-menyusulkan anggota tayammum dengan segera)

4- Melepas cincin atau gelang



Perkara Membatalkan Tayammum 



1. Segala perkara yang membatalkan wudlu juga berlalu bagi tayammum, seperti hadats kecil atau hadats besar



2. Melihat adanya air setelah melakukan tayammum, jika seseorang melakukan tayammum lalu ia punya praduga bahwa ada air, maka seketika itu tayammumnya batal.



3. Murtad "Keluar dari islam lalu memeluk agama lain"



Perempuan atau laki-laki yang sedang hadats besar seperti junub, bersetubuh, haid atau nifas, sedangkan untuk melakukan mandi besar tidak ada air, maka baginya boleh melakukan tayammum 1 kali, guna melakukan suatu kewajiban seperti sholat atau ingin bersetubuh dengan suami istrinya.



Baca Juga: 


Semisal di suatu tempat tidak ada air atau debu sama sekali untuk melakukan sholat fardlu, maka baginya di perbolehkan melakukan ibadah fardlu atau sunnah tanpa wudlu atau tayammum, "Lihurmatil wakti" menhormati waktu, tetapi, ketika menemukan   air di waktu lain, maka baginya harus mengulang ibadahnya, jika hanya menemukan debu saja, maka di perinci.

 

    a.  Tidak perlu mengulang sholatnya, jika berada di tempat yang mana kefardluan shalat gugur dengan tayammum.



    b.  Wajib mengulang ibadahnya jika berada di tempat di mana kefardluan shalat tidak gugur dengan tayammum, melihat adanya air (Kitab Hasyiyah al-bajuri juz 1 halaman 99



Demikianlah artikel tentang Penjelasan Lengkap Seputar Tayammum semoga bermanfaat








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membaca Polemik Kuota Haji, Dari Analisa sampai Prasangka-Prasangka

Ilustrasi Polemik Kuota Haji Iswaya.my.id -  Setiap kasus yang melibatkan pejabat publik hampir selalu melahirkan dua hal yang saling beriringan; proses hukum dan riuh tafsir. Apalagi ketika pejabat publik itu terafiliasi partai, ormas atau tokoh tertentu. Di samping proses hukum yang kadang saling Tarik ulur, juga riuhnya prasangka yang begitu bebas bertebaran di berbagai sosial media. Ada yang tumbak cucukan, tukang kompor, ada juga yang menjadi kontrol. Tentu yang pertama berjalan di ruang institusi, dengan ritme dan logikanya sendiri. Kedua hidup di ruang publik, bergerak cepat, emosional, dan sering kali bercampur antara data, opini, dan sikap politik. Kasus yang menyeret nama Yaqut Cholil Qoumas berada tepat di persimpangan itu. Kita tidak bisa bermain interpretasi melulu, karena polanya adalah kebijakan publik, terkait pelayanan. Anda beli soto di warung A dengan pelayanan yang acak kadut, walaupun rasanya enak, akan berpikir dua kali untuk datang lagi, berbeda dengan warun...

Pesantren, Alam dan Ingatan yang Pelan-pelan Kita Rawat

Di kaki bukit Buduk Asu Singosari, pagi, embun, dan riang kicau burung tidak turun begitu saja. Ia meluncur perlahan, seperti seorang santri yang sedang khusyuk menjalani tirakat dalam jalan sunyinya. Angin menyelinap di antara reranting pohon pinus, kopi arabika dan berbagai pohon yang menjulan menopang langit. Ia membawa aroma pinus yang bercampur dengan kesunyian khas pegunungan; kesunyian yang diam-diam mengajari kita tentang ketenangan dan keteguhan.  Pada 22–23 November 2025 kemarin, di tempat yang seolah menjadi halaman depan hutan, berbagai wajah hadir, duduk bersila sambil mewadahi rintik hujan yang begitu riang menari, menimpa kehangatan yang terjalin di antara para kyai, para gus dan ning, para penggerak lingkungan, perangkat dan pengawas desa, aktivis kampus, hingga komunitas ke komunitas yang berjalan dengan langkah mereka sendiri; komunitas Pancasuman, Mukti Laku, Santri Harian Lepas dengan keplaurannya (meminjam istilah mas Dian si penggerak itu), serta para pemerhat...

5 Doa Minta Jodoh Yang Terbaik Sesuai Sunnah

Doa Minta Jodoh.  Doa merupakan salah satu bentuk ketidak mampuan seorang hamba untuk melakukan sebuah perkara, tanpa adanya kuasa dan bantuan dari Allah Swt. Rasulullah mengajarkan kepada umatnya untuk  berdoa meminta jodoh  agar diberikan jodoh oleh Allah. Ada beberapa doa meminta jodoh yang ada dalam al-Qur’an al-Karim, diantaranya adalah surah al-Furqan ayat 74  : Artinya : Waha Tuhan kami,anugerahkanlah pada kami pasangan dan keturunan dari kalangan kami sebagai penenang hati. Juga dalam surah al-Qashas ayat 24 : رَبِّ إِنِّيْ لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرِ فَقِيْرٌ “ Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.” Doa Minta Jodoh Sebelum Tidur merupakan salah satu cara agar kita selalu istiqomah  dalam memanjatkan doa kepada Allah. Karena tidur merupakan salh satu kegiatan yang rutin kita lakukan setiap hari, ,jadi otomatis kita akan setiap hari juga memanjatkan doa tersebut sebelum tidur. Baca Juga:...