Langsung ke konten utama

Disonansi Agama, Kebudayaan dan Moral Sosial

Tanya Jawab Hukum Seputar Bersiwak

Hukum Asal Bersiwak adalah sunnah, sebagaimana yang di jelaskan di beberapa keterangan, Namun, hukum siwak ini bisa wajib, haram, makruh dan mubah, tergantung kondisi.



Hukum siwak Wajib apabila di dalam mulut terdapat najis, dan najis tersebut tidak bisa hilang kecuali dengan bersiwak, atau bau mulut yang sangat menyengat.



Hukum Makruh bersiwak ketika dalam keadaan berpuasa setelah tergelincirnya matahari, kalau matahari belum tergelincir, maka bersiwak hukumnya mubah.




Tanya Jawab Hukum Bersiwak



Sunnah Hukum bersiwak ketika ingin melakukan suatu ibadah semisal ingin membaca al-qur'an, hafalan, belajar atau sholat.



Anjuran Bersiwak Dalam 3 Hal:



1- Ketika bau mulut menyengat  akibat lamanya tidak kemasukan makanan atau minuman

2- Ketika baru bangun dari tidur

3- Ketika ingin melakukan sholat, baik sholat fardlu atau sunnah



Tanya Jawab Seputar Siwak



1- Kapan waktu yang tepat di sunnahkannya menelan air ludah ketika bersiwak ?



Jawab } Sunnah Menelan air ludah saat memulai beriwak, setiap meletakkan kayu siwak di mulut, sebelum menggerakkkan siwak secara berualng-ulang dan selain di permulaan sebaiknya tidak menelan ludah, karena akan mengakibatkan ragu-ragu.



2- Niat termasuk salah satu yang terpenting dalam ibadah, lalu apakah niat dalam bersiwak juga di wajibkan ?



Jawab } Hukum di perinci. jika bersiwak ingin membaca al-qur'an sebaiknya niat kesunnahan melakukan siwak terlebih dahulu agar mendapatkan pahala. Namun, jika ingin melakukan wudlu tidak perlu niat, karena sudah mencakup di dalam ibadah tersebut.



3- Apa keistimewaan kayu arok ?



Jawab } Mengikuti Prilaku nabi Muhammad Saw, dan kayu tersebut memiliki bau yang wanginya serta terasa lembut di sela-sela gigi.



4- Salah satu fungsi siwak adalah untuk membersihkan sisa-sisa makanan serta menghilangkan bau mulut, lalu apakah tetap mendapatkan kesunnahan jika bersiwak menggunakan sikat gigi ?



Jawab} Tetap mendapatkan kesunahaan dengan melihat samanya fungsi benda tersebut, dengan catatan harus di serta dengan niat sunnah bersiwak, ada juga yang menyebutkan tidak mendapatkan kesunnahan, hanya mendapat kebersihan dan hilangnya bau saja.



Baca Juga:


5- Apakah masih di sunnahkan melakukan siwak ketika seseorang tidak memiliki gigi, sedangkan ia ingin melakukan ibadah sholat ?



Jawab} Meskipun tidak memiliki gigi atau gusi sekalipun, ia tetap di sunnahkan melakukan siwak, dengan cara sebisanya.



Demikianlah artikel yang kami publis semoga bisa memberi wawasan dan kemanfaatan mengenai artikel Tanya Jawab Hukum Bersiwak.












Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membaca Polemik Kuota Haji, Dari Analisa sampai Prasangka-Prasangka

Ilustrasi Polemik Kuota Haji Iswaya.my.id -  Setiap kasus yang melibatkan pejabat publik hampir selalu melahirkan dua hal yang saling beriringan; proses hukum dan riuh tafsir. Apalagi ketika pejabat publik itu terafiliasi partai, ormas atau tokoh tertentu. Di samping proses hukum yang kadang saling Tarik ulur, juga riuhnya prasangka yang begitu bebas bertebaran di berbagai sosial media. Ada yang tumbak cucukan, tukang kompor, ada juga yang menjadi kontrol. Tentu yang pertama berjalan di ruang institusi, dengan ritme dan logikanya sendiri. Kedua hidup di ruang publik, bergerak cepat, emosional, dan sering kali bercampur antara data, opini, dan sikap politik. Kasus yang menyeret nama Yaqut Cholil Qoumas berada tepat di persimpangan itu. Kita tidak bisa bermain interpretasi melulu, karena polanya adalah kebijakan publik, terkait pelayanan. Anda beli soto di warung A dengan pelayanan yang acak kadut, walaupun rasanya enak, akan berpikir dua kali untuk datang lagi, berbeda dengan warun...

Pesantren, Alam dan Ingatan yang Pelan-pelan Kita Rawat

Di kaki bukit Buduk Asu Singosari, pagi, embun, dan riang kicau burung tidak turun begitu saja. Ia meluncur perlahan, seperti seorang santri yang sedang khusyuk menjalani tirakat dalam jalan sunyinya. Angin menyelinap di antara reranting pohon pinus, kopi arabika dan berbagai pohon yang menjulan menopang langit. Ia membawa aroma pinus yang bercampur dengan kesunyian khas pegunungan; kesunyian yang diam-diam mengajari kita tentang ketenangan dan keteguhan.  Pada 22–23 November 2025 kemarin, di tempat yang seolah menjadi halaman depan hutan, berbagai wajah hadir, duduk bersila sambil mewadahi rintik hujan yang begitu riang menari, menimpa kehangatan yang terjalin di antara para kyai, para gus dan ning, para penggerak lingkungan, perangkat dan pengawas desa, aktivis kampus, hingga komunitas ke komunitas yang berjalan dengan langkah mereka sendiri; komunitas Pancasuman, Mukti Laku, Santri Harian Lepas dengan keplaurannya (meminjam istilah mas Dian si penggerak itu), serta para pemerhat...

5 Doa Minta Jodoh Yang Terbaik Sesuai Sunnah

Doa Minta Jodoh.  Doa merupakan salah satu bentuk ketidak mampuan seorang hamba untuk melakukan sebuah perkara, tanpa adanya kuasa dan bantuan dari Allah Swt. Rasulullah mengajarkan kepada umatnya untuk  berdoa meminta jodoh  agar diberikan jodoh oleh Allah. Ada beberapa doa meminta jodoh yang ada dalam al-Qur’an al-Karim, diantaranya adalah surah al-Furqan ayat 74  : Artinya : Waha Tuhan kami,anugerahkanlah pada kami pasangan dan keturunan dari kalangan kami sebagai penenang hati. Juga dalam surah al-Qashas ayat 24 : رَبِّ إِنِّيْ لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرِ فَقِيْرٌ “ Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.” Doa Minta Jodoh Sebelum Tidur merupakan salah satu cara agar kita selalu istiqomah  dalam memanjatkan doa kepada Allah. Karena tidur merupakan salh satu kegiatan yang rutin kita lakukan setiap hari, ,jadi otomatis kita akan setiap hari juga memanjatkan doa tersebut sebelum tidur. Baca Juga:...