Langsung ke konten utama

Disonansi Agama, Kebudayaan dan Moral Sosial

Dua Kriteria Seseorang Diangkat Derajatnya Oleh Tuhan

 


Multaqo - Dikatakan bahwa, Tuhan akan mengangkat derajat orang yang beriman (tidak mendustaiNya) dan orang yang mengamalkan ilmunya dalam berbagai aspek kehidupan. 

Ada dua kriteria yang oleh Tuhan akan diangkat derajatnya. Pertama orang yang beriman, dan yang mengamalkan ilmunya. 

Sebelum jauh ke sana, perlu dipahami dulu makna derajat itu sendiri. Dalam makna harfiahnya, derajat dipahami sebagai posisi, tingkatan dan tempat. 

Sehingga wajar jika orang yang merasa tidak memiliki tempat atau posisi, memandang atasan atau orang kaya atau yang lain sebagainya dengan pandangan sebagai orang yang memiliki derajat. 

Padahal, dalam konteks tertentu derajat artinya adalah sepedah, yang untuk mencapai sesuatu perlu upaya, usaha dan kerja keras. Dengan kata lain, derajat juga berarti proses, bukan capaian. 

Nah..., Bisa jadi cukup dengan meyakini dan mengimani Tuhan dengan sepenuh hati, dan mengamalkan ilmu yang kita dapatkan, derajat yang dimaksudkan bisa menjadi bagian kita. 

Walaupun, ilmu yang manfaat dan keimanan itu perlu dilatih. Sehingga kita bisa membiasakan diri menyandarkan segala urusan kepada Tuhan.

Kabar baiknya, dengan mengajarkan satu huruf saja itu juga bagian dari bentuk ilmu manfaat, dan bersyahadat ketika ijab qobul saja itu juga bagian dari sikap bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah. 

Walaupun tidak sesederhana itu, artinya keimanan dan ilmu yang manfaat itu pada dasarnya bisa kita lihat pada aktivitas-aktivitas sehari-hari. Pada intinya adalah membangun kepekaan diri kepada lingkungan dan menyandarkan diri kepada Tuhan atas segala hal adalah bentuk upaya menjalani proses di atas. 

Dan..., Untuk bersikap demikian sangatlah berat. Walaupun konteks keimanan itu juga bisa berupa saling mengasihi dan peka terhadap kondisi tetangga atau saudara kita. 

Bahkan menjaga kebersihan adalah bagian dari keimanan. 

Dengan demikian, pengetahuan yang kita dapatkan baik di bangku sekolah atau pengalaman-pengalaman dalam kehidupan di luar sekolah. Lalu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, agaknya juga bisa menjaga dua poin utama menuju derajat yang dimaksudkan oleh Allah dalam kitabNya. 

Dengan catatan, derajat dalam hal ini perlu dimaknai dengan pemahaman yang luas. Bukan hanya sebagai tingkat, tempat atau posisi tertentu. 

Jika derajat adalah upaya atau usaha untuk mencapai tujuan. Dan bukan sebagai Tujuan utamanya, maka derajat adalah proses yang perlu dijalani. Perkara nyampek atau tidak kita kembalikan saja kepada Tuhan. 

Yang terpenting adalah bermanfaat dan menjaga kemanfaatan kita sebagai manusia bagi manusia yang lain.[] 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membaca Polemik Kuota Haji, Dari Analisa sampai Prasangka-Prasangka

Ilustrasi Polemik Kuota Haji Iswaya.my.id -  Setiap kasus yang melibatkan pejabat publik hampir selalu melahirkan dua hal yang saling beriringan; proses hukum dan riuh tafsir. Apalagi ketika pejabat publik itu terafiliasi partai, ormas atau tokoh tertentu. Di samping proses hukum yang kadang saling Tarik ulur, juga riuhnya prasangka yang begitu bebas bertebaran di berbagai sosial media. Ada yang tumbak cucukan, tukang kompor, ada juga yang menjadi kontrol. Tentu yang pertama berjalan di ruang institusi, dengan ritme dan logikanya sendiri. Kedua hidup di ruang publik, bergerak cepat, emosional, dan sering kali bercampur antara data, opini, dan sikap politik. Kasus yang menyeret nama Yaqut Cholil Qoumas berada tepat di persimpangan itu. Kita tidak bisa bermain interpretasi melulu, karena polanya adalah kebijakan publik, terkait pelayanan. Anda beli soto di warung A dengan pelayanan yang acak kadut, walaupun rasanya enak, akan berpikir dua kali untuk datang lagi, berbeda dengan warun...

Pesantren, Alam dan Ingatan yang Pelan-pelan Kita Rawat

Di kaki bukit Buduk Asu Singosari, pagi, embun, dan riang kicau burung tidak turun begitu saja. Ia meluncur perlahan, seperti seorang santri yang sedang khusyuk menjalani tirakat dalam jalan sunyinya. Angin menyelinap di antara reranting pohon pinus, kopi arabika dan berbagai pohon yang menjulan menopang langit. Ia membawa aroma pinus yang bercampur dengan kesunyian khas pegunungan; kesunyian yang diam-diam mengajari kita tentang ketenangan dan keteguhan.  Pada 22–23 November 2025 kemarin, di tempat yang seolah menjadi halaman depan hutan, berbagai wajah hadir, duduk bersila sambil mewadahi rintik hujan yang begitu riang menari, menimpa kehangatan yang terjalin di antara para kyai, para gus dan ning, para penggerak lingkungan, perangkat dan pengawas desa, aktivis kampus, hingga komunitas ke komunitas yang berjalan dengan langkah mereka sendiri; komunitas Pancasuman, Mukti Laku, Santri Harian Lepas dengan keplaurannya (meminjam istilah mas Dian si penggerak itu), serta para pemerhat...

5 Doa Minta Jodoh Yang Terbaik Sesuai Sunnah

Doa Minta Jodoh.  Doa merupakan salah satu bentuk ketidak mampuan seorang hamba untuk melakukan sebuah perkara, tanpa adanya kuasa dan bantuan dari Allah Swt. Rasulullah mengajarkan kepada umatnya untuk  berdoa meminta jodoh  agar diberikan jodoh oleh Allah. Ada beberapa doa meminta jodoh yang ada dalam al-Qur’an al-Karim, diantaranya adalah surah al-Furqan ayat 74  : Artinya : Waha Tuhan kami,anugerahkanlah pada kami pasangan dan keturunan dari kalangan kami sebagai penenang hati. Juga dalam surah al-Qashas ayat 24 : رَبِّ إِنِّيْ لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرِ فَقِيْرٌ “ Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.” Doa Minta Jodoh Sebelum Tidur merupakan salah satu cara agar kita selalu istiqomah  dalam memanjatkan doa kepada Allah. Karena tidur merupakan salh satu kegiatan yang rutin kita lakukan setiap hari, ,jadi otomatis kita akan setiap hari juga memanjatkan doa tersebut sebelum tidur. Baca Juga:...