Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kajian islam

Disonansi Agama, Kebudayaan dan Moral Sosial

Seni Berkeluarga, Relasi Kausalitas Tanpa Batas

Iswaya.my.id - Ada masa ketika keluarga tidak punya pilihan selain menjadi peluang bertahan hidup. Bukan benteng yang puitis seperti dalam cerita-cerita, tetapi benteng yang benar-benar menentukan: hidup atau tidak.  Di titik paling awal itu, keluarga adalah cara manusia memastikan dirinya tidak hilang dari dunia. Ia bekerja sebagai sistem yang menjaga keteraturan, seperti yang dibayangkan oleh Émile Durkheim, bahwa keluarga adalag sebuah unit kecil yang memproduksi norma, kebiasaan, dan rasa saling terikat. Kesadarannya sederhana, bahkan nyaris tanpa negosiasi panjang, ia dibayangkan sebuah kebersamaan adalah kebutuhan, bukan pilihan. Walaupun realitasnya sinahu berkeluarga itu penuh dinamika (keruwetan). Namun itulah seninya. Manusia tidak hanya bertahan hidup; ia juga memberi makna. Ketika struktur sosial mengeras, bernuansa kerajaan, kelas, dan kepemilikan, keluarga pelan-pelan berubah wajah. Ia menjadi tempat di mana nama dijaga simbolisme eksistensi, garis keturunan dirawat, ...

Dunia Pencitraan Ladulmun 'Adim

iswaya.my.id - Ada ironi yang pelan-pelan menjadi kebiasaan dalam kehidupan kita, bahwa manusia semakin ramai berbicara tentang nilai, tetapi semakin sepi dalam mempraktikkannya. Kita hidup di zaman ketika hampir semua hal diukur dengan manfaat pribadi. Bahkan niat baik pun sering disaring terlebih dahulu oleh pertanyaan sederhana, apa untungnya bagi saya? Dari sinilah pola pikir materialistis tumbuh dengan sangat halus tidak selalu kasar dan tampak serakah, tetapi menyelinap dalam cara kita memaknai agama, pendidikan, relasi sosial, bahkan politik. Materialisme hari ini tidak selalu hadir dalam bentuk harta yang berlimpah. Ia sering muncul dalam bentuk yang lebih halus: keinginan untuk selalu berada di zona nyaman, keinginan agar segala sesuatu berjalan sesuai kepentingan diri, serta kecenderungan menilai sesuatu hanya dari manfaat yang langsung terasa. Ketika logika ini menguasai cara berpikir, manusia mulai lupa bahwa hidup sejak awal tidak pernah dibangun sendirian. Ia selalu lahi...

Kiat-kiat Menghadapi Degradasi Moral Generasi Millenial

Gilang Ramadhan* Beberapa bulan terakhir bahkan beberapa tahun terakhir, banyak sekali berita-berita tentang penganiayaan terhadap pendidik atau guru yang dilakukan oleh wali murid. Banyak yang bertanya-tanya tentang kejadian tersebut, siapakah yang salah jika kejadian ini sudah terjadi? Banyak yang menyalahkan guru dan sekolahnya, banyak pula yang menyalahkan orangtuanya. Salah satu kasus terhangat yang bisa menjadi pelajaran kita adalah, di salah satu sekolah yang berada di daerah sumbawa barat bahwa seorang guru dituntut 50 juta oleh pengadilan karena orang tua tidak terima anaknya diingatkan untuk melaksanakan shalat. Hal ini justru menjadi suatu yang menurut kacamata orang awam adalah sebuah keanehan. Bagaimana tidak, bahwa setiap manusia dicitpakan oleh Allah, tidak lain tidak bukan untuk menyembah-Nya, seperti yang di firmankan oleh Allah subhanahu wa ta’ala :  وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ (الذّاريات : 56)   Aku tidak menciptakan jin da...

Perkara Mengeluh, Setiap Manusia Boleh Mengeluh, Asal Tidak Berhenti

Multaqo - Setiap orang pasti memiliki keluh kesah dalam hidupnya. Ragam cerita yang menyelimutinya adalah proses perjalanan panjang. Di mana setiap orang akan mengalami ragam perspektif dari penilaian orang lain tentang dirinya. Karena sebagai sebuah kewajaran, setiap manusia memiliki prosesnya masing-masing. Anda pasti pernah mendengar istilah bahwa “Setiap manusia memiliki haknya masing-masing untuk mengukir sejarahnya.” Artinya ada sikap yang tidak bisa ditiru dan – bahkan dijadikan satu acuan agar memiliki kesamaan dengan yang lain. Perbedaan adalah satu anugerah. Jadi tidak mungkin manusia memiliki kesamaan dengan yang lainnya. Multaqo.com Kita bisa mengawalinya dari sudut pandang yang beragam untuk melihat perbedaan itu sebagai anugerah. Pertama, manusia dilahirkan dengan kapasitas atau keterampilan masing-masing. Kedua, manusia memiliki identitas dan personalitas masing-masing. Ketiga, pada kebutuhan primernya saja, manusia memiliki pebedaan antara satu dengan lainnya. Keempat...

Santai! Rizki Tuhan Tak Disangka-Sangka

Multaqo.com Multaqo -  Allahu yarzuku manyasya’ bighairi hisab. Allah memiliki ketersehana untuk memberi Rizki pada siapapun, bahkan tidak disangka-sangka.  Begitulah kira-kira intensitas keimanan kita yang harus dijaga dalam memaknai sebuah pemberian dari Tuhan. Adakalanya kita memang grundel karena beberapa usaha kita ternyata gagal, atau tidak sesuai target. Tetapi itulah kenikmatan menikmati prosesnya.  Ya..., Praktik memang Kadang lebih berat daripada mengucapkan atau membaca teori. Tetapi apa yang dikatakan oleh Tuhan akan benar-benar terjadi, hal itu menjadi bentuk dari  wa i’tasimu Bihablillahi jami’a. Berpeganglah pada Tali Tuhan, dengan artian menarik diri untuk tidak terlalu berpegang pada kemampuan diri sendiri, walaupun itu memang menjadi potensi dari Tuhan.  Pada dasarnya konsep tawakal adalah proses di mana manusia menyadari kemanusiaannya. Dengan artian kalau menyadari dirinya sebagai manusia, ia menyadari bahwa ada kekuasaan di luar dirinya ya...

Dua Kriteria Seseorang Diangkat Derajatnya Oleh Tuhan

  Multaqo - Dikatakan bahwa, Tuhan akan mengangkat derajat orang yang beriman (tidak mendustaiNya) dan orang yang mengamalkan ilmunya dalam berbagai aspek kehidupan.  Ada dua kriteria yang oleh Tuhan akan diangkat derajatnya . Pertama orang yang beriman, dan yang mengamalkan ilmunya.  Sebelum jauh ke sana, perlu dipahami dulu makna derajat itu sendiri. Dalam makna harfiahnya, derajat dipahami sebagai posisi, tingkatan dan tempat.  Sehingga wajar jika orang yang merasa tidak memiliki tempat atau posisi, memandang atasan atau orang kaya atau yang lain sebagainya dengan pandangan sebagai orang yang memiliki derajat.  Padahal, dalam konteks tertentu derajat artinya adalah sepedah, yang untuk mencapai sesuatu perlu upaya, usaha dan kerja keras. Dengan kata lain, derajat juga berarti proses, bukan capaian.  Nah..., Bisa jadi cukup dengan meyakini dan mengimani Tuhan dengan sepenuh hati, dan mengamalkan ilmu yang kita dapatkan, derajat yang dimaksudkan bisa menjad...

Bekerjalah dengan Cinta, Karena Tuhan Menciptakan Seluruh Alam Atas Dasar Cinta

multaqo.com Multaqo - Tidakkah engkau melihat Tuhan menciptakan langit yang berlapis tujuh, dengan matahari sebagai sumber penerang, lalu Ia tumbuhkan dari bumi, tidak hanya sebagai tanda kekuasaan namun juga sebagai rahmat bagi semua.   Kutipan pada QS: an-Nuh 14-16 menunjukkan bahwa kita sebagai manusia seharusnya tidak pernah berhenti bersyukur. Di samping masih dijamin kehidupan kita, juga masih diberi kesehatan dan ragam solusi atas segala permasalahan.  Kita boleh mengeluhkan apa saja kepada Tuhan, bahkan memang menjadi satu perintahNya. Karena semakin sering menyebut NamaNya, semakin sering meminta Kepada-Nya, justru Tuhan lebih suka dengan suara-suara yang meminta hanya kepadaNya.  Tidak hanya itu, dengan rahmat kesehatan dari Tuhan, kita bisa melakukan apa saja, apa pun yang bernilai kemanfaatan. Baik bagi diri kita, pun untuk orang lain.  Akan tetapi yang perlu diperhatikan adalah ketulusan hatinya. Tidak jarang, karena kemanfaatan itu dirasakan oleh orang...

Memaknai Rezeki dari Allah

Multaqo – Siapa yang tidak pernah merasa bingung saat uang di dompet sudah menipis? Sedangkan anak dan istri kita kebutuhannya semakin bertambah.  Atau, pernahkah anda ketika sedang benar-benar membutuhkan bantuan, namun teman-teman anda sepertinya sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing?  Atau ketika anda benar-benar tidak memiliki uang tapi ada kebutuhan mendadak yang benar-benar membuat anda memutar otak?  Pertanyaan di atas sering kali muncul dalam kondisi-kondisi kehidupan. Setiap orang memiliki potensinya untuk menyikapi kondisi-kondisi tersebut.  Ada yang hutang ke kerabat, teman atau sahabat. Ada juga yang menjual barang berharga yang dimilikinya.  Tentu potensi dan kondisi tersebut membuat kita benar-benar berada pada titik untuk menuntaskan permasalahan serta mendapatkan apa yang menjadi kebutuhan kita saat itu.  Yang jelas, bagaimanapun kondisi yang sedang kita alami, akan ada kondisi yang juga mengimbangi keadaan tersebut . Jika kita sa...

Terus Bergerak, Ora Obah Ora Mamah

Multaqo.com Multaqo - Dalam salah satu pesan yang – oleh Mbah Nun sampaikan kepada anak cucu beliau, khususnya jama’ah maiyah adalah “ di wilayah usaha dan kerja keras itulah letak hidup manusia. Kecuali kalau manusia adalah Tuhan, maka wilayahnya bisa sampai pada kepastian berhasil. ” (sumber: Caknun.com) Pesan ini, bagi saya pribadi seperti air yang menghilangkan dahaga di kala terik. Di masa pandemi yang serba ketakutan, berita-berita hoaks yang bertebaran, penderitaan-penderitaan atas kekurangan, surutnya dan lapuknya roda perekonomian, bahkan dalam istilah jawa ada satu pasemon yang berbunyi, “ glimpang soblukane ” Artinya, sudah benar-benar kering kerontang. Bahkan mau berharap kepada siapa lagi, pemerintah, pengusaha, youtuber kaya, atau siapa? Kok agaknya riskan.  Dari pesan Mbah Nun di atas jelas, bahwa tugas manusia adalah berusaha dan bergerak kemudian meyakini bahwa Tuhan bertanggung jawab atas Janji-JanjiNya.  Yang petani, ya merawat tanamannya sebagai titipan...

Jangan Sedih, CintaNya Tidak Pindah ke Lain Hati

Multaqo - Pertama yang ingin kita tegaskan adalah bahwa sebagai manusia kita diciptakan dengan kelemahan. Artinya, kemampuan kita tidak bisa melebihi kehendak Tuhan.  Yang mana, dalam kondisi apapun selalu ada gerak Tuhan. Walaupun kadang kita tidak menyadarinya. Hal ini adalah salah satu bukti bahwa kita lemah , lemah untuk peka. Kita tidak bisa benar-benar peka terhadap gerak itu. Apakah anda memiliki kekasih? Atau sekarang anda sudah tidak jomblo lagi, dan menikah, atau justru anda masih sendiri menunggu jodoh anda? Bagaimana Tuhan menyapa anda melalui kekasih anda? Atau menyapa melalui kesendirian anda? Karena setiap hal yang kita sadari dengan mendalam, bisa jadi adalah bentuk sapaan akrab Tuhan kepada kita.  Kalau perihal ujian, setiap manusia pasti memiliki ujian. Sebagian keterangan mengatakan bahwa semakin besar ujian yang diterima, semakin besar cintaNya.  Tetapi ini berbanding terbalik dengan apa yang menjadi prinsip dasar kita diciptakan. Al insan mahalul kh...

Memaknai Cinta, Intensitas dan Keimanan Dalam Perilaku Sosial

Multaqo - Salah satu ayat di dalam al-Quran berbunyi “ Dan orang-orang yang beriman, adalah mereka yang intensitas cintanya kepada Allah tidak terhenti. ” (Qs: Al-Baqarah, 165) Ketika kita tarik beberapa poin dari ayat tersebut maka, ada kepercayaan (keimanan), cinta dan intensitas. Sebagai manusia, yang dibutuhkan dalam setiap kehidupannya adalah keberlangsungan dan intensitasnya .  Multaqo.com Setiap pekerjaan pasti memiliki suka dukanya, begitu juga dalam konteks meraih cintaNya. Ibadah adalah bentuk utuh pengabdian kepada Tuhan. Sehingga, jika pekerjaan adalah bentuk ibadah kepada Tuhan dengan wujud tanggung jawab kepada pekerjaan dan keluarga, maka kita mendapatkan gelar pecinta.  Mengapa? Karena dengan mengabdikan diri kepada Tuhan maka menjadi bentuk kecintaan kita kepada Tuhan, bentuknya bisa rasa syukur, sabar, ikhlas dan pasrah .  Oleh sebab itu, mencintai itu adalah kewajiban. Tinggal bentuk cintanya itulah yang perlu dipikirkan matang-matang.   Seorang...

Pentingnya Memilih Sahabat dalam Islam

Multaqo - Ada sebuah pesan dari Alqomah kepada anaknya tentang pentingnya memilih sahabat . Kira-kira seperti ini,  إن أخاك الحق من كان معك  ومن يضر نفسه لينفعك ومن إذا ريب الزمان صدعك شنت فيه شمله لوجهك Saudara yang sesungguhnya adalah ia yang selalu bersamamu, ia juga tidak hanya memanfaatkanmu, dan seseorang yang memiliki potensi membahayakanmu adalah ia yang pandai berganti wajah di depanmu.  Hal ini menjadi salah satu konsep atas pentingnya memilih sahabat . Setiap orang seharusnya menjadi seperti ruang yang luas, yang mampu menampung apapun.  Artinya, tidak pandang bulu dalam memandang manusia dengan berbagai latar belakang atau corak berpikir yang beragam. Oleh karena itu, dengan menjadi manusia ruang, kita bisa memahami setiap orang.  Pentingnya memilih sahabat setidaknya berlandaskan pada alasan untuk saling menjaga satu dengan lainnya. Saling melengkapi antara satu dengan lainnya. Hal ini berdasar pada Khairunnas anfauhum linnas.  Orang yang bai...

Menyelami dan Mengenali Diri Untuk Memahami Konsekuensi-Konsekuensi Dalam Kehidupan

Multaqo - Bolehkah mengeluhkan kesedihan permasalahan kita? Pertanyaan ini sering muncul ketika kita sedang berdiskusi dan merenungi apa yang sedang menimpa kita.  Kita juga sering berandai-andai tentang apa yang kita alami. “Andaikan tadi aku tidak bersikap demikian, mungkin aku tidak dapat masalah begini,” misalnya.  Namun perlu disadari bahwa manusia dalam kehidupan ini tidak bisa lepas dari konsekuensi. Konsekuensi dari makan adalah kenyang, tidak makan maka sebaliknya. Konsekuensi dari bekerja adalah capek, pun jika tidak bekerja, ada kecapekan-kecapekan yang lain.  Artinya apapun yang sedang kita lakukan memiliki konsekuensi-konsekuensi dan resiko dengan kadar yang beragam.  Tidak manfaatkah? Belum tentu, jika kita berpegang pada konsep bahwa tidak ada sesuatu yang tidak bermanfaat, maka apapun itu memiliki manfaatnya masing-masing.  Multaqo.com Kembali lagi bahwa, konsekuensi itu bukan hanya bersifat merugikan, melainkan juga memberi kemanfaatan. Oleh...

Sandaran Hidup

Multaqo - Dalam salah satu bait puisi Sang Sufi Maulana Jalaluddin Rumi berbunyi, “Dada tanpa Kekasih seperti badan tanpa kepala.” Ibarat ini jelas larinya adalah kepada Sang Esa. Tetapi Ada sebagian yang menginterpretasikan bahwa puisi ini ditujukan kepada kekasihnya, Syamsuddin. Jauh dari pada itu, ada sebuah pemahaman yang bisa kita ambil, bahwa kehidupan pasti selalu membutuhkan sandaran. Sandaran itu tentu yang membuat kita nyaman, tenang dan menentramkan.  Dalam konteks tauhid, kita bisa membaca sebuah keterangan bahwa, jika kita ingin tenang dalam hatinya, maka ingatlah selalu Tuhan dalam setiap langkahnya, karena dengan mengingatnya (berdzikir) maka akan tenang hatinya.  Berbeda lagi dalam konteks keluarga dan sosial. Ini akan sangat beragam bentuk sandarannya. Istri akan bersandar pada suaminya, begitu juga sebaliknya. Anak akan bersandar pada orang tuanya. Murid akan bersandar pada gurunya, karena jelas Tut Wuri Handayani. Pengusaha akan bersandar pada kecemerlangan ...

Dua Pertanyaan Sebelum Tidur, Upaya Membangun Diri

Multaqo - Setidaknya ada dua pertanyaan wajib sebelum kita tertidur pulas. Pertama, kelemahan kita yang seperti apa yang sudah dikalahkan hari ini? Kedua, kebaikan apa yang sudah dikerjakan hari ini? Dua pertanyaan di atas adalah sebentuk latihan kita agar selalu mengingat dan lebih dalam lagi mengenal diri kita. Mengingat bahwa kita memiliki kelemahan, dan mengenali potensi kita untuk kebaikan. Pada dasarnya Hassibu qabla an tuhasabu ,menjadi titik balik dari dua pertanyaan di atas. Introspeksi diri adalah poin utama pembahasan kali ini. Di mana setiap dari kita perlu melatih diri untuk selalu instrospeksi diri.  Multaqo.com Bermuhasabah , menarik ego, dan memendam diri kita. Hal ini menjadi sangat penting dalam membangun diri menjadi lebih baik.  Sebagian orang mungkin akan mengambil sikap introspeksi diri ketika sedang menghadapi problen sosial yang berat. Tetapi dua pertanyaan sebelum tidur di atas, setidaknya menjadi jagan-jagan agar kita lebih siap menghadapi dan menja...

Manusia dan Keinginan yang Tanpa Batas

Multaqo - Bahwa manusia itu tidak pernah merasa cukup, agaknya ini benar dan berlaku untuk siapapun. Setiap orang memiliki keinginan dan target pencapaian. Namun apakah memiliki kadar kecukupan? Agaknya hal ini perlu kita kaji ulang. Perjalanan dalam kehidupan itu pasti memiliki lika-liku yang tentu berbeda antara satu dengan yang lainnya. Begitu juga target pencapaian dalam kehidupannya.  Ada yang menginginkan menjadi presiden, ada yang menjadi DPR, pegawai kantoran, guru, pengusaha, petani dan lain sebagainya. Dalam setiap status sosial itu mereka memiliki capaian dan target dalam prosesnya.  Target dan capaian itu sendiri menjadi legitimasi bahwa manusia itu terus bergerak. Survive adalah bentuk dari perlawanan manusia terhadap kemalasannya.  Multaqo.com Oleh karena itu wajar kalau setiap manusia memiliki capaian dan target yang diinginkan. Karena dengan begitu, manusia mencapai posisi survive dalam setiap proses kehidupannya.  Hal ini disampaikan dalam sebuah ha...

Hidup Tidak Sebatas Menjadi Lilin yang Membakar Dirinya Sendiri

Multaqo - Saya kira hampir dari pembaca yang Budiman sudah mendengar ungkapan “ Jangan hidup seperti lilin, ia menerangi orang lain tapi ia lupa badannya sendiri terbakar.” Ungkapan ini menjadi satu bentuk kondisi sosial dari seseorang. Dimana ia berbuat baik kepada siapapun, tanpa memikirkan dirinya sendiri. Lalu muncul ungkapan bahwa ia seperti lilin.  Tentu banyak yang sependapat, walaupun yang memiliki pandangan lain tentang itu juga banyak. Kita bisa mengambil Pangandaran seperti halnya tukang kayu atau tukang bangunan.  Tidak sedikit di antara mereka yang membangun rumah-rumah megah, namun rumahnya sendiri biasa-biasa saja. Oke, mereka mendapat gaji dari pekerjaan itu, tapi apakah gaji itu yang menjadi poin utamanya? Agaknya bukan, karena yang terpenting adalah kepuasan konsumennya.  Ketika berbicara tentang kepuasan, seharusnya tidak lagi mengungkit timbal baliknya. Gaji wajib, karena ia bekerja, tetapi apakah kepuasan itu ternilai, baik dari pekerjanya maupun yan...