Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2025

Disonansi Agama, Kebudayaan dan Moral Sosial

Ranti Raya Kehidupan

Iswaya.my.id -  Buah Ranti atau yang tergolong terung-terungan ini sebenarnya dapat dijumpai di semak-semak, kebun, sawah-sawah atau di bawah pepohonan. Ranti atau Solanum nigrum dapat dikonsumsi layaknya buah-buah yang lain, seperti ciplukan, buah rambat, timun hutan, blimbing-bimbingan dan lain sebagainya. Tanaman, tetumbuhan dan segala rangkaian kehidupan adalah pola alamiah yang berjalan memadukan pemberian dan penerimaan. Menerima segala situasi yang menyelimutinya, dan memberi segala rupa manfaat atas fitrahnya. Ranti adalah sebagian kecil dari tanaman itu. Tidak bisa pula mengatakan bahwa tanaman ini jarang dijumpai hari ini, karena siklus kehidupan tidak bisa terprediksi. Pola kehidupannya mungkin sama, tapi perjumpaan dan rangkaian yang tumbuh bersama pasti berupa-rupa. Itulah yang perlu dirayakan pun direnungkan.  Merayakan kasih dan sayang, dariNya Maha Segala. Menganugerahkan dan menguraikan segala yang berproses tetumbuhan. Tumbuh, hidup dan lalu dirayakan. Bukan ...

Ruang Sempit di Pesantren

Iswaya.my.id - Beberapa waktu lalu saya berdialog gayeng dengan sahabat-sahabat di Lesbumi Malang tentang arah pendidikan pesantren. Kebanyakan pengurus lesbumi memang sudah berkeluarga dan sebagian anak-anak dari mereka saat ini sedang nyantri di beberapa pesantren ternama di Malang dan sebagian di Kediri.  Mereka memiliki harapan dan keyakinan bahwa pendidikan pesantren adalah pendidikan dengan kurikulum kemanusiaan yang luhur, bahkan tidak segan-segan untuk membentuk santri menjadi manusia yang syarat dan ketat dengan penempaan diri, agar menjadi manusia yang paripurna, insan kamil, ing ngarsha sung tuladha, mulat sarira, dll. Mereka memiliki harapan bahwa pendidikan di pesantren dapat menjadi benteng kuat atas kontaminasi globalisasi yang amat sangat menyeruak dan di jaman post - truth ini tidak sedikit remaja - bahkan dewasa kerap kali terkontaminasi oleh glamoria dan gemerlapnya kemajuan. Bukan berarti sama sekali tidak bermanfaat, tetapi menata dasar dan prinsip ketahanan m...

Manusia Kong Guan dan Rengginang

Iswaya.my.id -  Bagaimanapun juga eksistensi dari setiap manusia itu penting. Dengan kepentingan yang tentu beragam. Seperti previlage atas apapun saja dalam lingkungan sosial pasti mempertimbangkan eksistensi. Sama-sama membahas tentang kebersihan dalam perspektif agama antara si A yang belum terkenal dan si B yang sudah naik daun sampai ke pucuk paling tinggi pasti berbeda tanggapannya. Peran eksistensi itu tampak dalam aspek kepentingan sosial. Masih tidak percaya? Anda bisa melihat dai-dai di TV. Antara yang disampaikan guru-guru ngaji di kampung dengan dai-dai TV sebenarnya sama saja. Secara esensial terkadang lebih dalam guru-guru ngaji tersebut. Tetapi komoditas berbicara lain. Oleh karena itu manusia sebagai “pemegang karep ” atau kehendak yang bergantung harus bisa menetralisir berbagai arus informasi yang masuk. Agar tidak mudah gawok . Sedikit-sedikit kagum. Sakit hati itu lahir karena tidak adanya kesesuaian dengan harapan. Merasa memiliki dan mengutamakan “seakan-akan”...

Jaranan (Jathilan) dan Risalah Sunan Ngudung sebagai Media Komunikasi Kultur

Sumber Gambar  KITLV A1427  Kitab Ahla al Musamarah fi Hikayat al Auliya al ‘Asyrah karangan Syekh Abu Fadhol memberikan narasi yang cukup panjang tentang Sunan Ngudung. Sunan Ngudung dikisahkan memiliki peran signifikan dalam peperangan antara kerajaan Demak melawan Majapahit. Pada laporan Babad kerajaan Banten, terjadi konfrontasi antara Demak dengan Majapahit terjadi beberapa tahun. Dua kekuatan yang berhadap-hadapan antara barisan Islam yaitu para ulama dari Kudus, imam masjid Demak di bawah pimpinan Pangeran Ngudung melawan Majapahit yang berafiliasi dengan pasukan dari Klungkung, Pengging dan Terung. Rekonstruksi peperangan antara Demak dan Majapahit yang dibuat oleh beberapa penulis buku sejarah seakan membenarkan bahwa Ngudung yang memiliki nama asli Utsman Haji lebih dikenal sebagai panglima perang handal pada jamannya. Narasi literer atau referensial berbanding lurus dengan pitutur lisan beberapa informan penelitian ini. Juru kunci makam Sunan Ngudung mengisahkan ba...