Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label renungan

Disonansi Agama, Kebudayaan dan Moral Sosial

Cara Menentukan Pilihan dalam Islam

Multaqo - Kita tentu pernah mengalami kondisi sulit untuk menentukan sebuah pilihan . Ada berbagai pertimbangan untuk memutuskan kemana pilihan kita itu.  Memilih dari yang paling sederhana sampai yang benar-benar berpengaruh dan berimbas kepada kita dan keluarga misalnya, hal ini membutuhkan kejelian dan kepekaan serta memahami peluang dan dampaknya.  Multaqo.com Memilih calon istri misalnya , tidak hanya harus didasari cinta saja, melainkan ragam hal yang harus jadi pertimbangan. Dalam Islam ada lima hal yang perlu diperhatikan.  Nasab atau keturunannya, Mal atau kemantapan finansial, ilmunya atau kesiapan intelektual dan spiritualitasnya, kecantikan atau ketampanan ya, dan agama atau kemantapan religius dan religiusitasnya.  Artinya ada berbagai hal yang harus diperhatikan sebelum kita memantapkan pilihan itu. Begitu juga dalam konteks pekerjaan dan urusan sosial lainnya. Kita juga harus benar-benar memahami dampak atas pilihan kita itu.  Yang terpenting a...

Terus Bergerak, Ora Obah Ora Mamah

Multaqo.com Multaqo - Dalam salah satu pesan yang – oleh Mbah Nun sampaikan kepada anak cucu beliau, khususnya jama’ah maiyah adalah “ di wilayah usaha dan kerja keras itulah letak hidup manusia. Kecuali kalau manusia adalah Tuhan, maka wilayahnya bisa sampai pada kepastian berhasil. ” (sumber: Caknun.com) Pesan ini, bagi saya pribadi seperti air yang menghilangkan dahaga di kala terik. Di masa pandemi yang serba ketakutan, berita-berita hoaks yang bertebaran, penderitaan-penderitaan atas kekurangan, surutnya dan lapuknya roda perekonomian, bahkan dalam istilah jawa ada satu pasemon yang berbunyi, “ glimpang soblukane ” Artinya, sudah benar-benar kering kerontang. Bahkan mau berharap kepada siapa lagi, pemerintah, pengusaha, youtuber kaya, atau siapa? Kok agaknya riskan.  Dari pesan Mbah Nun di atas jelas, bahwa tugas manusia adalah berusaha dan bergerak kemudian meyakini bahwa Tuhan bertanggung jawab atas Janji-JanjiNya.  Yang petani, ya merawat tanamannya sebagai titipan...