Langsung ke konten utama

Disonansi Agama, Kebudayaan dan Moral Sosial

6 Rukun Khutbah Jumat Yang Harus Di Pahami

Rukun Khutbah Jumat harus dilakukan oleh khatib agar bisa terlaksana shalat jumat dengan benar dan bisa mengesahkan. oleh karena itu seorang khatib harus mengetahui secara lengkap mengenai rukun khutbah shalat jumat pada artikel ini.




Rukun Khutbah Jumat Yang Benar



Di dalam artikel ini terdapat 6 Rukun Khutbah Jumat Yang Harus Khatib Pahami. Dengan memahami rukun ini, maka dapat melaksana kan khutbahnya dengan baik kepada para calon jamaah. Khatib diharuskan untuk bisa memenuhi rukun khutbah jumat.



Dengan adanya Rukun Khutbah, maka khatib bisa lebih memahami apa yang harus dilakukan. Sehingga, pada saatnya nanti melakukan khutbah bisa berjalan dengan lancar. Untuk itu, ada baiknya bisa memahami rukun khutbah jumat secara lengkap seperti dibawah ini.



6 Rukun Khutbah Jumat



Seorang khatib hendaknya bisa memahami rukun dalam melakukan khutbah shalat jumat. Berikut beberapa rukun yang harus dipahami:



1.    Khatib mengucapkan puji-pujian kepada Allah SWT. Khutbah shalat jumat diharuskan untuk di mulai dengan bacaan yang memuji kepada Allah SWT. Seperti Alhamdulillah dan yang lainnya.



2.    Selanjutnya, khatib membaca Shalawat atas Nabi Muhamad SAW. Baik pada khutbah yang pertama, atau khutbah yang selanjutnya.



3.    Kemudian, khatib mengucap dua kalimat syahadat. Dua kalimat syahadat sangat penting untuk bisa diucapkan dalam setiap khutbah.



Baca Juga:


4.    Selanjutnya, Khatib berwasiat untuk memberikan nasihat islami kepada para jamaah. Mengajak untuk bertaqwa kepada Allah SWT baik untuk diri sendiri dan jamaag.



Kemudian, mengajak untuk bisa berbuat baik. Terutama, demi kebaikan umat manusia bersama baik untuk urusan dunia dan akhirat. Menggunakan bahasa yang baik dan jelas agar bisa mudah dipahami oleh para jamaah.



5.    Khatib kemudian membaca ayat Al-Qur’’an di salah satu khutbah yang dilakukan.



6.    Terakhir, Khatib mendoakan mukmin dan mukminat pada khutbah yang kedua. Gunakan suara yang fasih dan jelas agar dipahami dengan baik oleh para jamaah.



Penting, bagi khatib yang akan melakukan khutbah shalat jumat untuk bisa memahami Rukun Khutbah Jumat. Dengan begitu, ibadah shalat jumat yang dilakukan akan menjadi lebih baik. Semoga, apa yang kami bagikan bisa bermanfaat!




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membaca Polemik Kuota Haji, Dari Analisa sampai Prasangka-Prasangka

Ilustrasi Polemik Kuota Haji Iswaya.my.id -  Setiap kasus yang melibatkan pejabat publik hampir selalu melahirkan dua hal yang saling beriringan; proses hukum dan riuh tafsir. Apalagi ketika pejabat publik itu terafiliasi partai, ormas atau tokoh tertentu. Di samping proses hukum yang kadang saling Tarik ulur, juga riuhnya prasangka yang begitu bebas bertebaran di berbagai sosial media. Ada yang tumbak cucukan, tukang kompor, ada juga yang menjadi kontrol. Tentu yang pertama berjalan di ruang institusi, dengan ritme dan logikanya sendiri. Kedua hidup di ruang publik, bergerak cepat, emosional, dan sering kali bercampur antara data, opini, dan sikap politik. Kasus yang menyeret nama Yaqut Cholil Qoumas berada tepat di persimpangan itu. Kita tidak bisa bermain interpretasi melulu, karena polanya adalah kebijakan publik, terkait pelayanan. Anda beli soto di warung A dengan pelayanan yang acak kadut, walaupun rasanya enak, akan berpikir dua kali untuk datang lagi, berbeda dengan warun...

Pesantren, Alam dan Ingatan yang Pelan-pelan Kita Rawat

Di kaki bukit Buduk Asu Singosari, pagi, embun, dan riang kicau burung tidak turun begitu saja. Ia meluncur perlahan, seperti seorang santri yang sedang khusyuk menjalani tirakat dalam jalan sunyinya. Angin menyelinap di antara reranting pohon pinus, kopi arabika dan berbagai pohon yang menjulan menopang langit. Ia membawa aroma pinus yang bercampur dengan kesunyian khas pegunungan; kesunyian yang diam-diam mengajari kita tentang ketenangan dan keteguhan.  Pada 22–23 November 2025 kemarin, di tempat yang seolah menjadi halaman depan hutan, berbagai wajah hadir, duduk bersila sambil mewadahi rintik hujan yang begitu riang menari, menimpa kehangatan yang terjalin di antara para kyai, para gus dan ning, para penggerak lingkungan, perangkat dan pengawas desa, aktivis kampus, hingga komunitas ke komunitas yang berjalan dengan langkah mereka sendiri; komunitas Pancasuman, Mukti Laku, Santri Harian Lepas dengan keplaurannya (meminjam istilah mas Dian si penggerak itu), serta para pemerhat...

5 Doa Minta Jodoh Yang Terbaik Sesuai Sunnah

Doa Minta Jodoh.  Doa merupakan salah satu bentuk ketidak mampuan seorang hamba untuk melakukan sebuah perkara, tanpa adanya kuasa dan bantuan dari Allah Swt. Rasulullah mengajarkan kepada umatnya untuk  berdoa meminta jodoh  agar diberikan jodoh oleh Allah. Ada beberapa doa meminta jodoh yang ada dalam al-Qur’an al-Karim, diantaranya adalah surah al-Furqan ayat 74  : Artinya : Waha Tuhan kami,anugerahkanlah pada kami pasangan dan keturunan dari kalangan kami sebagai penenang hati. Juga dalam surah al-Qashas ayat 24 : رَبِّ إِنِّيْ لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرِ فَقِيْرٌ “ Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.” Doa Minta Jodoh Sebelum Tidur merupakan salah satu cara agar kita selalu istiqomah  dalam memanjatkan doa kepada Allah. Karena tidur merupakan salh satu kegiatan yang rutin kita lakukan setiap hari, ,jadi otomatis kita akan setiap hari juga memanjatkan doa tersebut sebelum tidur. Baca Juga:...