Langsung ke konten utama

Disonansi Agama, Kebudayaan dan Moral Sosial

Khutbah Jumat Renungan Hidup: Lebih Dini Mempersiapkan Kematian

Khutbah jumat renungan hidup sangat berarti untuk bisa disampaikan kepada para jamaah. Simak ulasan lebih lengkapnya pada artikel ini.




Khutbah Jumat Renungan Hidup



Khutbah jumat renungan hidup mengenai persiapan dalam kematian bisa disampaikan. Tentunya, dengan hal ini akan sangat memberikan manfaat bagi para jamaah.



Lebih Dini Mempersiapkan Kematian



Jamaah Jumat Rahimakumullah.



Dalam menjalani kehidupan, terkadang manusia lupa akan kematian. Padahal, semua yang hidup pasti akan berakhir dengan kematian. Namun, sudahkah anda mempersiapkan kematian lebih dini?

Mungkin, saat ini anda berpikir bahwa kematian menjadi momok yang menakutkan.



Jika demikian, berarti belum mempersiapkan kematian dengan baik. Jangan berpikir bahwa kematian masih jauh. Karena, tidak ada seseorang yang tahu kapan akan merasakan kematian.



Allah SWT berfirman:










Semua tidak ada yang tahu mengenai kapan kematiannya akan menjemput. Untuk itu, sudah seharusnya bisa mempersiapkan kematian dengan lebih dini. Banyak sekali cara yang bisa dilakukan untuk menyambut kematian dengan baik.



Lakukan kegiatan sehari-hari dengan hal yang positif. Serta, usahakan untuk selalu membantu terhadap sesama. Semua yang berjiwa akan selalu merasakan kematian. Oleh karena itu, senantiasa lakukan yang terbaik.



Allah SWT Berfirman:







Selanjutnya, sebagai seorang mukmin sudah seharusnya bisa mengikuti syariat dan menjauhi larangan-Nya. Percuma saja, jika anda berbuat baik namun masih tetap dalam jalan yang tidak benar. Ada baiknya, untuk bisa mempersiapkan kematian dengan lebih dini.



Apakah anda yakin akan mati pada umur 80 tahun? Semua tidak tahu kematiannya kapan. Bisa saja 9 tahun lagi, 1 tahun lagi bahkan besok juga bisa.



Teks Khutbah Jum'at Menyentuh Hati:






Selain itu, selalu menjaga shalat wajib lima waktu. Karena, ini merupakan kewajiban bagi seorang mukmin untuk menjalankan ibadah shalat. Berpuasa saat bulan ramadhan, dan juga bisa menjaga lisan dalam berbicara.



Diantara itu semua, salah satu yang paling banyak sebagai perantara masuk ke surga yaitu berakhlak mulia.







Di jaman sekarang ini, sudah seharusnya lebih menjaga diri dari pergaulan. Jauhi lisan yang kurang baik dan tetap berakhlak mulia agar menjalani kehidupan dengan baik. Serta, lebih dini untuk mempersiapkan kematian.



Semoga, apa yang disampaikan dalam khutbah jumat renungan hidup ini bisa bermanfaat bagi semuanya! Sekali lagi, tidak ada yang tahu mengenai kematian. Untuk itu, persiapkan diri dengan sebaik-baiknya.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membaca Polemik Kuota Haji, Dari Analisa sampai Prasangka-Prasangka

Ilustrasi Polemik Kuota Haji Iswaya.my.id -  Setiap kasus yang melibatkan pejabat publik hampir selalu melahirkan dua hal yang saling beriringan; proses hukum dan riuh tafsir. Apalagi ketika pejabat publik itu terafiliasi partai, ormas atau tokoh tertentu. Di samping proses hukum yang kadang saling Tarik ulur, juga riuhnya prasangka yang begitu bebas bertebaran di berbagai sosial media. Ada yang tumbak cucukan, tukang kompor, ada juga yang menjadi kontrol. Tentu yang pertama berjalan di ruang institusi, dengan ritme dan logikanya sendiri. Kedua hidup di ruang publik, bergerak cepat, emosional, dan sering kali bercampur antara data, opini, dan sikap politik. Kasus yang menyeret nama Yaqut Cholil Qoumas berada tepat di persimpangan itu. Kita tidak bisa bermain interpretasi melulu, karena polanya adalah kebijakan publik, terkait pelayanan. Anda beli soto di warung A dengan pelayanan yang acak kadut, walaupun rasanya enak, akan berpikir dua kali untuk datang lagi, berbeda dengan warun...

Pesantren, Alam dan Ingatan yang Pelan-pelan Kita Rawat

Di kaki bukit Buduk Asu Singosari, pagi, embun, dan riang kicau burung tidak turun begitu saja. Ia meluncur perlahan, seperti seorang santri yang sedang khusyuk menjalani tirakat dalam jalan sunyinya. Angin menyelinap di antara reranting pohon pinus, kopi arabika dan berbagai pohon yang menjulan menopang langit. Ia membawa aroma pinus yang bercampur dengan kesunyian khas pegunungan; kesunyian yang diam-diam mengajari kita tentang ketenangan dan keteguhan.  Pada 22–23 November 2025 kemarin, di tempat yang seolah menjadi halaman depan hutan, berbagai wajah hadir, duduk bersila sambil mewadahi rintik hujan yang begitu riang menari, menimpa kehangatan yang terjalin di antara para kyai, para gus dan ning, para penggerak lingkungan, perangkat dan pengawas desa, aktivis kampus, hingga komunitas ke komunitas yang berjalan dengan langkah mereka sendiri; komunitas Pancasuman, Mukti Laku, Santri Harian Lepas dengan keplaurannya (meminjam istilah mas Dian si penggerak itu), serta para pemerhat...

5 Doa Minta Jodoh Yang Terbaik Sesuai Sunnah

Doa Minta Jodoh.  Doa merupakan salah satu bentuk ketidak mampuan seorang hamba untuk melakukan sebuah perkara, tanpa adanya kuasa dan bantuan dari Allah Swt. Rasulullah mengajarkan kepada umatnya untuk  berdoa meminta jodoh  agar diberikan jodoh oleh Allah. Ada beberapa doa meminta jodoh yang ada dalam al-Qur’an al-Karim, diantaranya adalah surah al-Furqan ayat 74  : Artinya : Waha Tuhan kami,anugerahkanlah pada kami pasangan dan keturunan dari kalangan kami sebagai penenang hati. Juga dalam surah al-Qashas ayat 24 : رَبِّ إِنِّيْ لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرِ فَقِيْرٌ “ Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.” Doa Minta Jodoh Sebelum Tidur merupakan salah satu cara agar kita selalu istiqomah  dalam memanjatkan doa kepada Allah. Karena tidur merupakan salh satu kegiatan yang rutin kita lakukan setiap hari, ,jadi otomatis kita akan setiap hari juga memanjatkan doa tersebut sebelum tidur. Baca Juga:...