Randugati.com - Salah satu ayat di dalam al-Quran berbunyi “Dan orang-orang yang beriman, adalah mereka yang intensitas cintanya kepada Allah tidak terhenti.” (Qs: Al-Baqarah, 165) Ketika kita tarik beberapa poin dari ayat tersebut maka, ada kepercayaan (keimanan), cinta dan intensitas. Sebagai manusia, yang dibutuhkan dalam setiap kehidupannya adalah keberlangsungan dan intensitasnya. Setiap pekerjaan pasti memiliki suka dukanya, begitu juga dalam konteks meraih cintaNya. Ibadah adalah bentuk utuh pengabdian kepada Tuhan. Sehingga, jika pekerjaan adalah bentuk ibadah kepada Tuhan dengan wujud tanggung jawab kepada pekerjaan dan keluarga, maka kita mendapatkan gelar pecinta. Sumber Gambar : Pixabay Mengapa? Karena dengan mengabdikan diri kepada Tuhan maka menjadi bentuk kecintaan kita kepada Tuhan, bentuknya bisa rasa syukur, sabar, ikhlas dan pasrah. Oleh sebab itu, mencintai itu adalah kewajiban. Tinggal bentuk cintanya itulah yang perlu dipikirkan matang-matang. Seorang Rumi, pernah...